Ads 720 x 90

Sedang Hangat

pinterest.com Sebagai wanita kita tidak bisa membaca perasaan pria apakah benar-benar suka atau sikap baiknya hanya sebatas teman saja. Hal ini tidak mudah, namun jika bersikap seperti ini dia pasti punya perasaan sama kamu. Namun wanita cenderung tidak peka, sehingga jika sudah bersikap seperti ini harusnya peka dan menyadari bahwa dia memang memiliki perasaan terhadapmu. 1. Grogi Saat Bertemu Langsung, Tapi Ramah Secara Online Pria yang suka sama kamu akan terlihat gugup dan groki ketika bertemu langsung. Padahal dia sangat ramah secara online bahkan terlihat bercanda ketika di chat. 2. Selalu Fast Respon Jika pria suka denganmu pasti tidak akan membiarkan pesanmu diabaikan dan dianggurin. Jika pria tersebut selalu cepat membalas pesanmu maka artinya dia ada rasa sama kamu. 3. Suka Bertanya Hal Diluar Topik Ketika kehabisan hal untuk dibahas, tiba-tiba dia bertanya hal diluar nalar agar tidak kehasbian obrolan. 4. Bertanya Apakah Kamu Sedang Menyukai Seseorang Secara basa-basi dia bertanya apakah kamu memiliki orang yang disuka dan bertanya apakah sedang dekat dengan seseorang. Agar dia tahu apakah dirinya memiliki kesempatan untuk mendekatimu. 5. Suka Menggodamu Biar tidak canggung, dia suka menggoda dengan cara yang manis dan romantis. Kamu merasa bahwa cara dia menggoda cering kati mengejek, menjatuhkanmu atau merendahkanmu.

Kaidahnya Istri yang Bekerja

 

Kaidahnya Istri yang Bekerja

 

                                                                            Gambar Hanya Ilustrasi

TIDAK sedikit muslimah atau ummahat yang bekerja. Maksudnya bekerja mencari nafkah juga, dengan posisi suami masih sehat dan masih juga bekerja. Bagaimana Islam menyikapi hal ini?

Sebenarnya jika suami ridha memberikan izin kepada istri untuk bekerja, dan istri ridha bahwa hal tersebut untuk membantu suaminya. Maka hal ini akan menjadi kebaikan, yang Insya Allah akan dicatat oleh Allah sebagai sedekah dan amal shalih “bukan percuma”.

Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan disini supaya para istri yang diberikan izin suami bekerja tetap dalam tuntunan syariat:

Dengan bekerja maka istri tetap tidak boleh melalaikan kewajibannya kepada suami.

Yaitu menyenangkan hati suami dan mendidik anak-anaknya. Kalau sampai karena bekerja kemudian istri melalaikan kewajibannya maka itu sama artinya “memburu yang kecil tetapi kehilangan yang besar”.

2 Pekerjaan yang dilakukan istri tidak boleh bertentangan dengan hukum Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah ﷺ.

Contohnya tempat kerja istri tidak membolehkan pekerja wanita memakai jilbab, sehingga istri tidak menutup auratnya di tempat kerja.

Atau pekerjaan istri tersebut adalah pekerjaan yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya, seperti bekerja di tempat yang menghalalkan khamer dan riba’.

3 Istri harus tetap tunduk kepada perintah suami apabila diperintahkan untuk melakukan kebaikan.

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, seperti telah Allah firmankan dalam al-Quran.

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. An-Nisaa’ : 34).

Jika karena istri bekerja dan berpenghasilan setara atau lebih besar dari penghasilan suami, kemudian tidak tunduk dan tawaddu’ kepada suaminya. Maka Allah Swt., dan Malaikat-Nya akan melaknat istri yang demikian.

Banyak sekali kasus yang seperti ini telah terjadi, bahkan kalau suami sudah mengatakan “Kamu berhenti bekerja dan lakukan kewajiban sebagai istri di rumah, biar saya yang bertanggung jawab mencari nafkah”.

Maka tidak ada alasan apapun yang dibenarkan oleh agama bagi istri, untuk menolaknya saat itu juga istri harus “Sami’naa wa atha’naa,” aku dengar dan aku patuh.

4 Apabila istri dalam melakukan pekerjaan tersebut kemudian ada tuntutan safar /bepergian dan menginap.

Maka istri harus dan wajib ditemani oleh mahramnya, walaupun suami mengijinkannya. Ini adalah perkara yang banyak sekali dilanggar, “Laki-laki tidak boleh berduaan dengan wanita yang bukan mahramya dan Istri tidak boleh bepergian tanpa mahram.” Begitulah sabda Nabi ﷺ.

Masih banyak lagi sebenarnya yang bisa dikaji dalam persoalan ini namun hal diatas adalah yang utama. Mudah-mudahan ulasan ini bisa sedikit memberikan landasan bagi para istri yang bekerja. 

 


 

 

Related Posts

Subscribe Our Newsletter
} //]]>